7 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Coronavirus, Gejala Awal hingga Seberapa Mematikan Virus Ini?

7 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Coronavirus, Gejala Awal hingga Seberapa Mematikan Virus Ini?

January 23, 2020 0 By admin

Coronavirus atau Virus Corona yang baru baru ini menjadi heboh lantaran penyebarannya, kini telah menyebabkan 17 orang di China meninggal dunia. Sebanyak 17 orang meninggal dunia akibat Virus Corona baru dari Wuhan, China dan lebih dari 500 kasus telah dilaporkan secara global. Sebagian besar kasus ada di China, dimana infeksi telah menyebar lebih cepat dalam beberapa hari terakhir.

Ketakutan meningkat tentang penyebaran virus ketika ratusan juta orang bepergian untuk perayaan Tahun Baru Imlek, yang dimulai Jumat (24/1/2020) besok. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Coronavirus adalah keluarga virus yang menyebabkan penyakit, mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) dan sindrom pernapasan akut (SARS). Virus ini ditularkan antara hewan dan manusia.

SARS, misalnya, diyakini telah ditularkan dari luwak ke manusia, sementara MERS terjangkit dari unta ke manusia. Beberapa Coronavirus yang dikenal beredar pada hewan yang belum menginfeksi manusia. Virus Corona baru, yang diidentifikasikan oleh otoritas China pada 7 Januari lalu dan dinamai 2019 nCoV, adalah jenis baru yang sebelumnya tidak diidentifikasi pada manusia.

Sedikit yang diketahui tentang jenis Virus Corona baru, meskipun penularan dari manusia ke manusia telah dikonfirmasi. Menurut WHO, tanda tanda infeksi termasuk gejala pernapasan, demam, batuk, sesak napas, dan kesulitan bernapas. Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Beberapa ahli mengatakan itu mungkin tidak mematikan seperti beberapa jenis virus corona lainnya seperti SARS. Diketahui, SARS telah menewaskan hampir 800 orang di seluruh dunia selama wabah diantara 2002 hingga 2003 yang juga berasal dari China. Sebagian kasus yang pertama dilaporkan terkait adanya Virus Corona baru ini, sebagian besar di China.

Pejabat China mengatakan, setidaknya 17 orang telah tewas, semuanya di Provinsi Hubei, yang mana Wuhan adalah ibu kotanya. Di Provinsi Hubei itu lah juga kebanyakan kasus yang dilaporkan, setidaknya ada 444 kasus. Di luar China, Amerika Serikat melaporkan satu kasus, Thailand telah melaporkan empat kasus, dan Korea Selatan satu, lalu Jepang juga telah mengkonfirmasi satu kasus.

Semua kasus tersebut melibatkan orang orang yang datang atau baru baru ini berada di Wuhan. Untuk saat ini, tidak ada vaksin yang berkaitan dengan Virus Corona baru. Pada Kamis (23/1/2020), otoritas China akan menangguhkan penerbangan dan kereta api keluar dari Wuhan.

Mereka juga mengatakan warga tidak diperkenakan untuk pergi tanpa alasan khusus, kata media pemerintah. Langkah tersebut, efektif pada pukul 10.00 waktu setempat, dimaksudkan untuk "secara tegas mengandung momentum penyebaran epidemi" dan melindungi kehidupan, kata pusat komando khusus kota itu terhadap virus itu, menurut penyiar CCTV. Pemerintah China telah meningkatkan upaya pemantauan dan desinfeksi menjelang jeda Tahun Baru Imlek yang secara resmi dimulai pada 24 Januari.

Pada Tahun Baru Imlek, banyak penduduk China akan melakukan perjalanan di dalam atau bahkan ke luar negeri. Mereka juga menyarankan orang untuk tidak melakukan perjalanan ke Wuhan dan juga meminta penduduk Wuhan untuk tetap di kota. Otoritas bandara di AS serta banyak negara Asia, termasuk Jepang, Thailand, Singapura, dan Korea Selatan, meningkatkan penyaringan penumpang dari Wuhan.

Di Eropa, Inggris, dan Italia telah mengatakan mereka akan memperkenalkan pemantauan penerbangan yang ditingkatkan dari Wuhan, sementara Rumania dan Rusia juga memperkuat pemeriksaan. Otoritas kesehatan China masih berusaha untuk menentukan asal virus, yang mereka katakan berasal dari pasar di Wuhan dimana satwa liar diperdagangkan secara ilegal. WHO juga mengatakan sumber hewan tampaknya paling mungkin menjadi sumber utama wabah.

Ada bukti penularan virus melalui pernapasan dari pasien ke pasien, dan pihak berwenang China juga mengatakan bahwa 15 staf medis di negara itu telah terinfeksi. Para ahli khawatir khususnya ketika petugas kesehatan sakit karena wabah oleh virus baru. Karena hal itu dapat menunjukkan bahwa penyakit ini menjadi lebih menular dan karena penyebaran di rumah sakit seringkali dapat memperkuat epidemi.

Pada Kamis, WHO diperkirakan akan mengumumkan keputusannya apakah akan mengumumkan darurat kesehatan masyarakat global terkait dengan Coronavirus baru.