Antisipasi Covid-19: Iran Lepaskan 54 Ribu Tahanan untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona di Penjara

Antisipasi Covid-19: Iran Lepaskan 54 Ribu Tahanan untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona di Penjara

March 4, 2020 0 By admin

Wabah virus corona tengah menghantui Iran. Kekhawatiran terjangkit wabah virus corona tidak hanya dirasakan satu atau dua pihak. Diketahui, para penghuni rumah tahanan was was terpapar virus Covid 19 ini.

Dilansir dari , terkait meluaskan kekhawatiran masyarakat soal penyebaran wabah virus corona, Iran sementara ini membebaskan ribuan tahanan. Keputusan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi wabah virus corona yang semakin meningkat. Lebih jauh, di Iran tercatat lebih dari 2.300 kasus dikonfirmasi.

Sementara, di Iran ada 77 kematian akibat wabah virus corona. Soal kebijakan untuk melepaskan tahanan di Iran, Juru Bicara Pengadilan, Ghilamhossein Esmaili angkat bicara. Dalam konferensi pers pada Selasa (3/3/2020) ia mengatakan, 54 ribu tahanan dibebaskan untuk sementara waktu.

Ia menekankan, keputusan tersebut demi mencegah penyebaran virus corona di beberapa penjara Iran. Lebih jauh, pengacara warga Amerika Serikat yang ditahan di Iran juga buka suara. Pengacara tersebut mengatakan, kliennya berada pada risiko serius terpapar virus corona.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh pengacara itu pada Selasa (3/3/2020). Lebih jelas, pengacara itu menjelaskan satu di antara narapidana lain ditahan dekat selnya dinyatakan positif menderita Covid 19. Diberitakan sebelumnya, para pembela hak asasi mengatakan , mereka khawatir tentang kemungkinan wabah virus di penjara penjara Iran.

Suami dari tahanan Inggris Iran, Nazanin Zaghari Ratchliffe mengatakan istrinya khawatir dia terkena virus di penjara Evin, Teheran. Melansir , keluarganya mendorong pihak berwenang untuk melakukan tes virus corona kepadanya. Pada Minggu (1/3/2020) Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan bahwa mereka mengevakuasi personel dari negara tersebut.

"Jika situasinya semakin memburuk, kemampuan Kedutaan Besar Inggris untuk memberikan bantuan kepada warga negara Inggris di Iran mungkin terbatas," kata Kementerian Luar Negeri dalam pernyataan. Diberitakan sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan, kematian Mohammad Mir Mohammadi (71) menambah kekhawatiran penyebaran infeksi virus corona semakin meluas. Penasihat pemimpin tertinggi Iran meninggal dunia akibat virus corona.

Dilansir , tidak jelas bagaimana Mir Mohammadi tertular virus corona.. Teheran mengumumkan virus yang dikenal dengannama Covid 19 ini telah menewaskan 66 orang. Iran memiliki angka kematian tertinggi dari virus corona di luar China dan mengumumkan kasus pertamanya 10 hari lalu.

Untuk diketahui, terjadi peningkatan kasus pada Senin (2/3/2020) lebih dari 500 jumlah kasus baru dikonfirmasi. Pada Sabtu (29/2/2020) kemarin, anggota parlemen yang baru terpilih, Mohammad Ali Ramezani meninggal dunia setelah tertular virus corona. Kembali melansir washingtonpost, media Iran melaporkan Ramezani menderita kerusakan jangka panjang akibat serangan senjata kimia selama perang Iran Irak.

Lebih jauh, penyebaran infeksi virus corona menjadi lebih mengkhawatirkan di antara pada pemimpin politik. Jumlah kasus di Iran jauh lebih tinggi daripada yang ditunjukkan oleh angka resmi.