Ari dan Ara Sebut Indonesia akan Maju Bila 10 Persen Bupati Seperti Azwar Anas

Ari dan Ara Sebut Indonesia akan Maju Bila 10 Persen Bupati Seperti Azwar Anas

July 20, 2020 0 By admin

Indonesia pasti akan maju bila 10 persen bupati dan walikota nya seperti Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang bekerja dengan sungguh sungguh, sepenuh hati, transparan dan profesioal. Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP), Maruarar Sirait, dalam Webinar TMP bertemakan "Percepatan Jaring Pengaman Sosial Menghadapi Pandemi Covid 19" yang dilaksanakan Minggu (19/7/2020) malam. Acara ini dibuka oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Selain Azwar Anas, hadir sebagai narasumber Menteri Sosial Juliari P Batubara, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. "Pak Azwar Anas ini rendah hati, bicara pelan pelan tapi prestasinya luar biasa," ungkap Ara, demikian Maruarar disapa. Hal senada disampaikan Menteri Sosial Juliari P Batubara yang biasa disapa dengan Ari.

Ari menilai bahwa Indonesia akan menjadi negara super power bila banyak kepala daerah seperti Bupati Banyuwangi dan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir. "Indonesia jadi negara super power. Dua Bupati ini bagus sekali," ungkap Ari. Dalam kesempatan Webinar ini Azwar Anas menjelaskan soal wisata dan bansos. Soal wisata, Kabupaten Banyuwangi menjadi tujuan utama wisata pasca Pademi Covid 19.

Artinya selama pandemi, wisata Banyungawi tetap menjadi daya tarik banyak masyarakat. Azwar Anas mengatakan bahwa ada perbedaan strategis saat era sebelum Covid 19 dan new normal. Misal, era sebelum Covid 19, nilai yang diunggulkan sebagai ”jualan” adalah keramahan dan kompetensi.

Namun,di era new normal, itu saja tidak cukup, melainkan harus ditambah kesehatan. Selain itu misalnya dengan sertifikasi kebersihan dan kesehatan. Aspek yang sebelum ada Covid 19 ini belum prioritas, saat ini malah menjadi hal yang wajib. Karena itu Banyuwangi berinisiatif menerapkan stiker tanda new normal bisnis kuliner, dan berlanjut ke hotel, rent car, destinasi, dan sebagainya.

Terkait dengan pendataan Bansos, Azwar Anas menjelaskan bahwa sejak lama Banyuwangi sudah punya program Smartkampung. Program ini memberikan banyak kemudahan dalam penanganan COVID 19, termasuk dalam pendataan penerima bantuan sosial (bansos). Program ini, jelasnya, sudah familiar bagi semua aparat desa sehingga sudah terbiasa melakukan pelayanan publik berbasis teknologi informasi. Maka program program penanganan Covid 19 ini pun kami integrasikan ke Smart Kampung, mulai rumah isolasi, pemantauan pendatang, hingga penerima bansos.

Anas mencontohkan data di sistem Smart Kampung yang mengintegrasikan semua penerima bantuan, dari program pusat sampai kabupaten. Mulai penerima PKH, BPNT, Bansos Tunai Kemensos, BLT Dana Desa, program Pemprov Jatim, jaring pengaman APBD Banyuwangi, paket nutrisi ibu hamil menyusui, hingga program gotong royong ASN Peduli dan sebagainya. "Semua data sumbernya dari desa, yang di input di sistem untuk diolah sesuai kluster bantuan," jelas Anas.

Webinar Nasional kedua TMP ini pun dihibur dengan nyanyian penyanyi ibukota yang juga kader TMP Edo Kondologit. Hadir dalam Webinar ini lebih dari 530 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan nampak hadir pula Duta Besar RI untuk Meksiko, Cheppy T. Wartono. Sekjen TMP Restu Hapsari mengatakan bahwa tujuan Webinar Nasional kedua Taruna Merah Putih ini adalah untuk membantu merumuskan dan turut mengawal langkah langkah konkret percepatan jaring pengaman sosial dari berbagai lini, seperti perlunya terobosan regulasi, skema kebijakan anggaran, efektivitas penyerapan anggaran, serta percepatan distribusi bantuan untuk jaring pengaman sosial menghadapi pandemi Covid 19.