Bayi Lahir Tanpa Tempurung Kepala, Orang Tua Bingung Cari Dana Perawatan

Bayi Lahir Tanpa Tempurung Kepala, Orang Tua Bingung Cari Dana Perawatan

January 2, 2020 0 By admin

Tepat di pengujung tahun 2019, Selasa (31/12/2019), lahir seorang bayi laki laki di kota Palembang. Namun bayi laki laki tersebut lahir tanpa memiliki tempurung kepala. Bayi yang belum diberi nama itu merupakan anak kelima pasangan suami istri Riki Alexander dan Rita Sandiana (32) warga Jalan H Faqih Usman Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang.

Bebby Arisandi (20), pihak keluarga menuturkan, bayi tersebut lahir dengan bantuan seorang bidan yang tak jauh dari kediaman mereka. Namun betapa terkejutnya pihak keluarga setelah mengetahui bayi yang dilahirkan dalam keadaan tidak memiliki tempurung kepala. "Kemarin jam 13.00 bibi saya sakit perut, minta tolong diantarkan ke bidan yang tidak jauh dari rumah untuk melahirkan.

Kemudian baru lahiran sekitar jam 16.30. Begitu lahir bidannya terkejut karena bayi tidak punya tempurung kepala," ujarnya, Rabu (1/1/2020). Saat dilahirkan, bayi tersebut juga tidak bisa menangis keras seperti bayi pada umumnya

Oleh pihak keluarga yang mendapat saran dari bidan, bayi itu langsung dibawa ke RS Hermina Jakabaring untuk mendapat perawatan. "Hari itu juga langsung kami bawa. Mungkin sekitar jam 17.30 kami sudah sampai di Rumah Sakit," ujarnya. Dalam kepanikan itu, pihak keluarga juga belum memberi tahu kepada Rita Sandiana bahwa anak yang baru saja dilahirkannya tidak memiliki tempurung kepala.

Pihak keluarga baru memberitahukan beberapa jam kemudian dengan harapan agar ia yang masih lemas setelah melahirkan, bisa siap mendengar kabar tersebut. "Pastinya bibi saya itu syok tahu anaknya lahir seperti itu. Tapi sekarang kami seluruh pihak keluarga sudah ikhlas menerimanya.

Apapun keadaannya dia bagian dari keluarga kami," ujarnya. Saat ini, bayi tersebut telah berada di NICU RS Hermina OPI Jakabaring Palembang. Namun ada masalah lain yang kini mendera keluarga ini.

Yakni permasalahan biaya untuk merawat sang bayi yang tentunya butuh perawatan intensif. Apalagi ayah sang bayi hanya bekerja serabutan sedangkan ibunya hanya mengurus rumah tangga. "Paman saya itu kadang jadi tukang parkir, kadang ikut sama orang.

Kalau bibi saya cuma ibu rumah tangga. Kami bingung mau bagaimana untuk biaya pengobatan anaknya," ujarnya. Dikatakan Bebby, bayi tersebut saat ini belum terdaftar dalam BPJS Kesehatan. "Sekarang ini juga tanggal merah, bagaimana kami mau mengurusnya.

Sedangkan sepupu saya itu butuh perawatan yang cepat. Kemarin kami sangat mohon sama pihak supaya sepupu saya itu dapat dibantu dulu. Kami juga bingung bagaimana ini soal biaya," ujar Bebby dengan suara serak menahan tangis.