Dikira Bunuh Diri, Sadak Ternyata Dibunuh, Ponselnya Ditemukan Dekat Rumah Tetangga

Dikira Bunuh Diri, Sadak Ternyata Dibunuh, Ponselnya Ditemukan Dekat Rumah Tetangga

July 19, 2020 0 By admin

Empat dikira bunuh diri, polisi memastikan Sadak (52) Dusun Sumber Glagah, Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar ternyata dibunuh. Polisi menyebutkan, ada kejanggalan terhadap jasad pria yang ditemukan di kebun jagung yang tak jauh dari rumahnya. Polres Blitar menyebutkan, dugaan sebelumnya bahwa Sadak dikira bunuh diri namun dari dari hasil outopsi, Sabtu (18/7) malam ditemukan beberapa luka di leher dan tangannya.

Malah urat nadi lengan kirinya terputus diduga akibat disayat senjata tajam. Sementara tak ditemukan pisau di sekitar jasad sehingga dipastikan kalau bapak dua anak itu bukan bunuh diri. "Itu hasil outopsi. Dan penyebab kematian korban bukan karena terputus urat nadinya, melainkan diduga kehabisan oksigen.

Sebab selain ditemukan darah pada luka jerat itu, juga ada bekas darah beku di luka jeratan itu," kata Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eka Prasetya. Dari kasus itu, lanjut Fanani, semula tak ditemukan barang bukti apapun. Baru sehari setelah penemuan mayat itu, Sabtu (18/7) malam petugas menemukan ponsel korban di belakang rumah tetangganya.

Dari penemuan ponsel itu, ada petunjuk sangat penting untuk mengungkap kasus dugaan pembunuhan tersebut. "Dan kini kami sudah memeriksa tujuh orang. Di antaranya tetangga korban," ungkapnya. Ditambahkan, mayat korban ditemukan di belakang rumahnya, Jumat (17/7) malam tepatnya di tegalan tanaman jagung, 200 meter dari rumahnya.

Yang menemukan adalah Chosim (40), keluarga korban sendiri. "Memang keluarga korban mencarinya. Sebab,korban sudah tak pulang sejak Kamis dan tanpa pamit," paparnya. Selama ini pekerjaan korban adalah membantu istrinya, Katemi, berjualan nasi di warung depan rumahnya.

Dua tahun lalu, korban adalah sopir truk pasir. "Kalau korban merupakan korban pembunuhan, soal motifnya belum tahu karena masih penyelidikan. Semoga ada titik terang dari pemeriksaan beberapa orang," ujarnya. (Imam Taufik)