Menebak Susunan Pemain Arema FC di Bawah Mario Gomez, Andalkan Konate, Incar N’Douassel dan Baumann?

Menebak Susunan Pemain Arema FC di Bawah Mario Gomez, Andalkan Konate, Incar N’Douassel dan Baumann?

December 27, 2019 0 By admin

Nama Mario Gomez dikabarkan makin dekat ke Arema FC setelah resmi mengundurkan diri dari Borneo FC musim ini. Ini sesuai dengan Arema FC yang menyebut akan ada nuansa Amerika Latin di Singo Edan musim depan. Sebelumnya, Mario Gomez resmi melepas jabatannya sebagai pelatih kepala Borneo FC, Kamis (26/12/2019).

Pelatih asal Argentina tersebut enggan memperpanjang masa baktinya bersama Pesut Etam (Borneo FC) setelah membawa Renan Da Silve dkk finis di peringkat ketujuh di akhir kompetisi Liga 1. Berhentinya kerjasama Mario Gomez dan Borne FC semakin menguatkan kabar jika pelatih asal Argentina tersebut akan merapat ke Arema FC. Meskipun masih spekulasi, menarik melihat apa yang dilakukan Mario Gomez apabila resmi menjadi pelatih Arema FC.

Mario Gomez adalah pelatih yang gemar menggunakan formasi 4 2 3 1 yang akan berubah menjadi 4 2 2 1 1, dengan satu gelandang serang yang menjadi penyerang lubang di belakang striker utama. Pria 62 tahuntersebut sudah sering melakukan hal tersebut seperti di era Johor Darul Ta'Zim (JDT). Saat itu, JDT mengandalkan Mohammed Ghaddar.

Sang juru gedor asal Lebanon berusia 32 tahun, ia sukses mengemas lima gol. Menariknya, nama Gonzalo Cabrera, menjadi pencetak gol terbanyak tim pada musim 2016 2017, dengan 11 gol. Padahal ia diposisikan bukan sebagai striker, tapi winger ataupun holding midfielder di belakang penyerang utama.

Bentuk ini Gomez replikasi di Persib Bandung. Saat kedatangannya, semua orang dikagetkan dengan Jonathan Baumann. Pasalnya, di posisi yang ditempati Baumann ada nama N'Douassel yang sangat subur musim itu.

Namun, inilah peran Baumann. Ia tidak menjadi juru gedor utama, melainkan menjadi penyerang lubang di belakang N'Douassel. Hasilnya? 12 gol dicatatkan Baumann.

Peran ini sangat membantu N'Douassel, ia mengemas 17 gol dari 23 penampilan bersama Pangeran Biru. Kala di Borneo FC, Gomez membentuk peran Baumann dan Cabrera dalam diri Renan Silva yang menjadi pemain terbaik Liga 1 musim ini. Di awal, Renan Silva membawa Persija Jakarta menjadi juara musim lalu.

Mario Gomez tampak sangat kukuh mendatangkannya ke Samarinda dan memperkuat Borneo FC. Terbukti, Renan Silva sangat membantu Pesut Etam menempati posisi lima besar klasemen akhir musim Liga 1 musim ini. Sejatinya, apabila Mario Gomez jadi ke Arema FC, ia tidak perlu pusing.

Pasalnya ada nama Makan Konate yang menjadi penyerang bayangan di belakang striker. Gelandang asal Mali, musim ini mengemas 16 gol dan menjadi top skorer klub. Ini menjadi pondasi penting bagi Mario Gomez dalam membentuk tim, tetapi bukan berarti tugas Mario Gomez selesai.

Mario Gomez setidaknya membutuhkan dua posisi dengan performa konsisten, yakni penjaga gawang dan penyerang utama. Di Borneo FC, ada nama Nadeo Argawinata yang sangat apik, bahkan menjadi kiper utama di Timnas U 23 Indonesia. Sementara di Persib Bandung, mereka punya Made Wirawan dan Deden Natshir yang secara kualitas sangat serupa dan sulit mencadangkan keduanya.

Lini depan pun, Persib memiliki N'Douassel saat itu, sedangkan Borneo FC memiliki dua penyerang tajam, Matias Conti dan striker lokal Lerby Eliandry. Ini yang menjadi tugas berat bagi Arema FC. Kurniawan Kartika Ajie dan Utam Rusdiana masih belum mampu menjawab kebutuhan akan kiper utama yang tampil apik secara konsisten.

Sementara di sektor penyerang, mereka harus mencari striker haus gol setelah musim lalu, gagal mendapatkan performa prima dari Sylvano Comvalius. Kurniawan Kartika Ajie; Alfin Tuasalamony, Hamka Hamzah, Artur Cunha, Johan Ahmat Farizi; Hendro Siswanto, Jayus Hariono, Makan Konate, Dendi Santoso, Ahmad Nur Hardianto, Riky Kayame