Viral! Tak Ada Hujan, Tiba-tiba Kawasan Gunung Ijen Banjir Bandang Hanyutkan Benda Besar

Viral! Tak Ada Hujan, Tiba-tiba Kawasan Gunung Ijen Banjir Bandang Hanyutkan Benda Besar

January 30, 2020 0 By admin

Video Ijen Bondowoso yang melanda kawasan Gunung Ijen, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, viral di media sosial. Peredaran video amatir Ijen Bondowoso itu terutama di Facebook dan WhatsApp Group. Ada sejumlah video banjir bandang Ijen Bondowoso yang di share netizen, beberapa di antaranya berdurasi lebih dari 1 menit.

Air berwarna coklat kehitaman campur lumpur mengalir deras di jalan raya. Sejumlah potongan kayu ikut terbawa derasnya banjir tersebut. Dalam video lain, terdengar beberapa warga menangis setelah mengucapkan sholawat Nabi.

Mereka cemas melihat derasnya tersebut yang membawa potongan dan balok kayu. Ada juga sesama warga yang memperingatkan warga lain agar menghindarkan diri dari terjanganair. Di video yang beredar itu, terlihat banjir mengalirdi jalan desa dan jalan kampung.

Air juga menerjang SDN Sempol sebagaimana keterangan warga yang terekam kamera. Air yang deras juga menghanyutkan sejumlah furniturdari rumah yang diterjangnya. Tak luput hewan peliharaan juga hanyut di antaranya kambing dan bebek.

Banjir bandang itu terjadi diDesa Sempol yang terletakdi kawasan Gunung Ijen, Bondowoso. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Kukuh Triyatmoko, menjelaskan air bercampur lumpur itu melanda ratusan rumah setelah sebelumnya hujan deras mengguyur wilayah Gunung Suket, Jampit. "Banjir bandang terjadi Rabu siang tadi sekitar pukul 13.00 WIB di Desa Sempol, Kecamatan Ijen," katanya kepada ANTARA.

Akibat itu, sekitar 200 rumah warga terendam lumpur setinggi sekitar 30 cm. "Terdampak diperkirakan ada 200 rumah. Catatan itu sementara karena kami bersama petugas lain masih melakukan pendataan.

Untuk korban jiwa sementara tidak ada," ujarnya. Sebelumnya hujan deras mengguyur daerah hulu yakni Gunung Suket sekitar dua jam. Kemudian terjaditerjadi yang menerjang permukiman warga Sempol di kawasan dekat perkebunan kopi.

Warga tak menduga datangnya air bercampur lumpur yang tiba tiba meluncur membawa balok kayu menerjang permukiman mereka. Yang membedakan dengan banjir biasa adalah karena waktu yang berlangsung sangat cepat bisa kurang dari 6 jam. Banjir bandang akan menyapu lahan yang dilandanya dengan kecepatan aliran cukup tinggi.

Juga merupakan banjir besar yang datang secara tiba tiba dengan meluap, menggenangi, dan mengalir deras menghanyutkan benda benda besar, seperti kayu dan sebagainya. Banjir ini terjadi secara tiba tiba di daerah permukaan rendah akibat hujan yang turun terus menerus. Banjir bandang terjadi saat penjenuhan air terhadap tanah di wilayah tersebut berlangsung dengan sangat cepat hingga tidak dapat diserap lagi.

Air yang tergenang lalu berkumpul di daerah daerah dengan permukaan rendah dan mengalir dengan cepat ke daerah yang lebih rendah. Akibatnya, segala macam benda yang dilewatinya dikelilingi air dengan tiba tiba. Banjir bandang dapat mengakibatkan kerugian yang besar.

Tinggi permukaan gelombang dapat berkisar 3 meter dengan membawa debris dan sangat berbahaya yang akan melanda hampir semua yang dilewatinya. Hujan deras yang melanda suatu wilayah dengan intensitas cukup tinggi bisa menjadi pemicu terjadinya bencana . Hujan yang tinggi di suatu aliran sungai bisa membuat aliran sungai menjadi meluap akibat debit air berada di luar kapasitas.